Tarif Trump: Apa Dampaknya untuk Ekspor Indonesia?
Kami menantikan kerja sama Anda sebagai mitra dagang selama bertahun-tahun ke depan. Jika Anda ingin membuka pasar perdagangan yang selama ini tertutup bagi Amerika Serikat, dan menghapus tarif, kebijakan non-tarif, serta hambatan perdagangan Anda, kami mungkin akan mempertimbangkan penyesuaian atas surat ini.
Tarif ini dapat diubah, naik atau turun, tergantung pada hubungan kami dengan negara Anda. Anda tidak akan pernah kecewa dengan Amerika Serikat.
Terima kasih atas perhatian Anda!
Harapan terbaik, saya
Hormat Kami,
DONALD J. TRUMP
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT
Tarif impor sebesar 32 persen jelas akan menimbulkan tantangan besar bagi ekspor Indonesia ke pasar AS. Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD 28,18 miliar pada tahun 2024, atau sekitar 9,65 persen dari total ekspor nasional.
Produk-produk yang paling terdampak antara lain tekstil, alas kaki, minyak kelapa sawit, elektronik, karet, furnitur, serta produk perikanan dan udang. Dengan adanya tarif tinggi, harga produk Indonesia di pasar AS akan meningkat, sehingga daya saing produk Indonesia menurun dan berpotensi menurunkan volume ekspor.
Menurut Center for Economic and Law Studies (CELIOS), kerugian ekonomi yang diperkirakan akibat tarif ini bisa mencapai Rp 164 triliun, dengan potensi hilangnya lapangan kerja hingga 1,2 juta orang. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) juga memproyeksikan penurunan ekspor sebesar 2,83 persen dan impor sebesar 2,22 persen, yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.