Tampilkan Tari Papua, Bhayangkari Polri Pukau Pengunjung Festival Frankfrut
JAKARTA, iNews.id - Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari, mengharumkan nama Indonesia di mancanegara. Perwakilan Bhayangkari memukau pengunjung saat tampil di Festival Frankfurt, Jerman, akhir Agustus 2019 lalu.
Delegasi budaya itu terdiri atas Bhayangkari Daerah Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Delegasi Bhayangkari ini menampilkan tari-tarian nusantara, makanan, kerajinan perak, batik, dan informasi pariwisata.
Kehadiran Bhayangkari Daerah Papua menarik perhatian di tengah panasnya pemberitaan tentang Bumi Cenderawasih. Sebanyak 10 anggota Bhayangkari Papua yang merupakan anggota gabungan dari Bhayangkari Kabupaten Jayapura, Merauke, Biak, Asmat dan Mamberamo Tengah ini sukses menghibur ribuan pengunjung festival dengan sejumlah tarian dan lagu daerah Papua.
Masyarakat Indonesia dan Jerman yang hadir di festival ini pun ikut larut dalam lagu "Aku Papua” yang menyulut semangat persatuan di antara keberagaman penonton yang hadir.

Maria Waknakap, anggota Bhayangkari Daerah Papua yang ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut mengatakan, selain menggelar tarian dan lagu-lagu Papua, mereka juga unjuk kebolehan menunjukkan cara pembuatan noken di Weltkulturen Museum.
“Saya bersama rekan saya, Sensi Yelipele mempertontonkan cara membuat kerajinan tangan noken yang telah menjadi pelajaran muatan lokal Papua ke hadapan pengunjung pameran selama dua hari,” kata Maria, melalui keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).
Dia menuturkan, budaya noken wajib dipelajari oleh semua perempuan di Papua, tak terkecuali anggota Bhayangkari seperti dirinya. “Kami harus bisa buat tas noken. Kami diajarkan cara buatnya dari kecil oleh ibu kami, juga diajarkan di sekolah,” ujarnya.

Demo pembuatan noken merupakan kerja sama KJRI Frankfurt dengan Museum der Weltkulturen di Frankfurt. Demo ini bertujuan untuk mengenalkan cara pembuatan tas tradisional Indonesia dan keunikannya kepada masyarakat di Frankfurt.
Museum ini memamerkan berbagai kerajinan dan benda-benda seni dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Museum di pinggir sungai Main tersebut memamerkan berbagai barang seni asal Indonesia dari berbagai suku dan budaya.
Koleksi Museum der Weltkulturen meliputi lebih dari 65.000 benda seni yang berasal dari Oseania, Australia, Asia Tenggara, Amerika, Afrika, dan Eropa.
Menurut KJRI Frankfurt, beberapa pengunjung asal Jerman yang hadir menyatakan kekagumannya terhadap kekuatan tas yang dibuat dari kulit kayu ini.
Editor: Zen Teguh