Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar
Advertisement . Scroll to see content

Survei LSI-Indikator-SMRC: Mayoritas Responden Tak Setuju RI Gabung Board of Peace

Kamis, 02 April 2026 - 16:15:00 WIB
Survei LSI-Indikator-SMRC: Mayoritas Responden Tak Setuju RI Gabung Board of Peace
Pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebagian besar publik menyatakan tidak setuju dengan keputusan pemerintah bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Hal ini terpotret dalam hasil survei yang dilakukan tiga lembaga survei secara bersama yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan SMRC pada Maret 2026 lalu.

Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menuturkan, dalam survei ini, ketiga lembaga survei sepakat untuk mengukur keputusan pemerintah terkait gabungnya ke dalam BoP.

"Mayoritas, ya, itu menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju Indonesia menjadi bagian dari BoP," kata Burhanuddin dalam rangkaian rilis survei nasional dan diskusi publik bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran” di Hotel Pasific Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dari data yang dipaparkan, terlihat publik yang menyatakan tidak setuju sebanyak 41,5 persen, dan yang sangat tidak setuju sebanyak 9,4 persen. Sehingga, jika dijumlah angkanya menyentuh 50,9 persen publik tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Sementara, publik yang setuju dengan keputusan pemerintah tersebut sebanyak 21,6 persen, dan yang sangat setuju sebanyak 4,5 persen. Jika dijumlah maka angkanya sebanyak 26,1 persen.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut