Survei LSI-Indikator-SMRC: Mayoritas Responden Tak Setuju RI Gabung Board of Peace
JAKARTA, iNews.id - Sebagian besar publik menyatakan tidak setuju dengan keputusan pemerintah bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Hal ini terpotret dalam hasil survei yang dilakukan tiga lembaga survei secara bersama yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan SMRC pada Maret 2026 lalu.
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menuturkan, dalam survei ini, ketiga lembaga survei sepakat untuk mengukur keputusan pemerintah terkait gabungnya ke dalam BoP.
"Mayoritas, ya, itu menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju Indonesia menjadi bagian dari BoP," kata Burhanuddin dalam rangkaian rilis survei nasional dan diskusi publik bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran” di Hotel Pasific Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pemerintah Tunda Kirim Pasukan Perdamaian Board of Peace ke Gaza, Ini Respons DPR
Dari data yang dipaparkan, terlihat publik yang menyatakan tidak setuju sebanyak 41,5 persen, dan yang sangat tidak setuju sebanyak 9,4 persen. Sehingga, jika dijumlah angkanya menyentuh 50,9 persen publik tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Sementara, publik yang setuju dengan keputusan pemerintah tersebut sebanyak 21,6 persen, dan yang sangat setuju sebanyak 4,5 persen. Jika dijumlah maka angkanya sebanyak 26,1 persen.
Sejumlah Mantan Dubes Temui JK, Bahas Situasi Timur Tengah hingga Board of Peace