Struktur dan Unsur Kebahasaan Novel, Calon Novelis Wajib Tahu!
Peribahasa erat kaitannya dengan budaya di daerah tertentu, maka dari itu peribahasa tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa lain dengan makna dan nilai ajaran yang sama.
Contoh peribahasa seperti, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga,” artinya satu kesalahan bisa membuat semuanya kacau.
Majas merupakan bagian dari gaya bahasa. Majas adalah kekayaan bahasa dengan memakai ragam tertentu untuk memperoleh efek baik secara lisan maupun tertulis.
Unsur kebahasaan selanjutnya adalah konjungsi temporal, yaitu kata hubung yang menerangkan hubungan waktu antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya di dalam cerita yang dibangun pada novel.
Sehingga konjungsi temporal secara sederhana adalah kata hubung yang menjelaskan keterangan waktu. Jika menjumpai kalimat atau dialog pada novel yang menggunakan kata hubung yang menunjukan waktu, maka memenuhi unsur konjungsi temporal.
Novel banyak menggunakan dialog atau percakapan antara tokoh untuk mengungkapkan karakter, emosi, atau informasi. Dialog dapat berupa dialog langsung atau dialog tidak langsung.
Dialog langsung adalah dialog yang ditulis apa adanya seperti yang diucapkan oleh tokoh, sedangkan dialog tidak langsung adalah dialog yang diringkas atau diubah oleh pengarang.
Demikian ulasan tentang struktur dan unsur kebahasaan novel perlu diketahui seorang calon novelis. Semoga bermanfaat!
Editor: Johnny Johan Sompotan