Struktur dan Unsur Kebahasaan Novel, Calon Novelis Wajib Tahu!
6. Koda
Layaknya abstrak, tak semua novel memiliki koda. Koda adalah penutup cerita yang memuat nilai-nilai moral. Jika penulis tak mencantumkan koda, maka pembaca sendiri yang menebak pesan apa yang terkandung dalam novel itu.
Hal penting lainnya yang harus diketahui penulis saat membuat novel adalah unsur kebahasaan dalam novel. Ini menjadi ciri khas dari novel itu sendiri yang semuanya bisa digunakan oleh penulis, atau hanya memilih beberapa unsur saja.
Novel umumnya menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan kaidah ejaan, tata bahasa, dan kosa kata yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan kredibilitas novel sebagai karya sastra yang dihargai.
Unsur kebahasaan selanjutnya di dalam novel adalah kalimat lampau, yang artinya menggunakan kalimat lampau. Apa itu kalimat lampau? Kalimat lampau adalah kalimat yang menyatakan peristiwa yang telah lewat atau terjadi di masa lalu.
Baik itu peristiwa yang terjadi beberapa jam yang lalu, terjadi kemarin, terjadi minggu lalu, atau beberapa dekade yang telah lewat. Unsur kebahasaan novel memang sering menggunakan kalimat masa lampau seperti ini.
Kata ganti orang adalah salah satu kaidah kebahasaan novel yang sering kita temui. Istilah lain dari kata ganti orang adalah pronomina persona.
Nah, dalam praktiknya, kata ganti orang ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, dan kata ganti orang ketiga. Berikut ini adalah contohnya;
“Hari ini aku mau main ke rumahmu dong. Orang tuamu ada di rumah gak?”
“Main aja ke sini. Kebetulan mereka juga lagi pergi ke luar kota”
Dari percakapan tersebut bisa ditemukan berbagai macam kata ganti, seperti “aku”, “-mu”, hiingga “mereka”.
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku. Dalam sebuah novel, peribahasa sifatnya opsional, boleh dicantumkan atau tidak.