Soal Jemaah Haji Banyak Tidur di Luar Tenda, Kemenag Evaluasi Penggunaan Kasur
Penggunaan kasur untuk jemaah haji di tenda penginapan, kata Hilman, sudah memasuki tahun kedua. Sebenarnya penggunaan kasur sudah dibahas pada tahun lalu. Termasuk dampaknya terhadap jemaah haji.
"Penggunaan kasur ini dimulai tahun lalu tapi tahun lalu kan 50% jumlah jemaah hajinya. Ternyata kalau semua orang masing-masing punya kasur maka ada orang yang tergeser," ujarnya.
Selain kasur, faktor lainnya mengapa jemaah haji banyak tidur di luar adalah penggunaan ruang di tenda. "Jadi kan tenda banyak digunakan macam-macam oleh jemaah dan petugas. Dijadikan kantor, gudang dan lain sebagainya. Beberapa yang dipakai gudang tempat menyimpan makanan space yang besar," katanya.
Apalagi, Indonesia mendapatkan kuota tambahan sebesar 8.000 orang. Sementara kondisi Mina tidak ada perubaham signifikan.
"Tenda segini-gininya saja. Ini menjadi bahan refleksi bagi kami ke depan. Kami juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi agar ke depan bisa diperbaiki," ujarnya.
Selain kasur, hal lainnya yang menjadi catatan adalah soal ketersediaan katering dan sebagainya.
"Pak menteri sudah buat catatan banyak ya dan ini akan dikomunikasikan dengan menteri haji. Kira-kira desain tahun depan gimana. Karena kalau tenda semacam ini pasti tidak bisa diperluas lagi," katanya.
Editor: Faieq Hidayat