Sejarah Sumpah Pemuda, Lahirnya Semangat Persatuan dan Kesatuan
Dari sana, terbentuk susunan kepanitian untuk Kongres Pemuda Kedua, yang terdiri dari:
Ketua : Sugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johannes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V : Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)
Sementara itu, biaya yang dibutuhkan untuk acara tersebut akan dibebankan kepada organisasi-organisasi pemuda yang mengikuti kongres.
Adapun tiga tempat yang dipilih untuk menyelenggarakan kongres adalah Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw.
Tibalah di tanggal 27 Oktober 1928, di mana Kongres Pemuda Kedua diawali dengan sambutan dari ketua panitia dan dilanjutkan dengan paparan Mohammad Yamin mengenai arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.