Sejarah 5 Oktober Menjadi HUT TNI, Lahir dari BKR, TKR, hingga TRI
Tanggal inilah yang di kemudian hari diperingati sebagai tanggal lahir atau hari jadi Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Tokoh penting dalam pembentukan TKR adalah Mayor KNIL Oerip Soemohardjo. Ia diangkat sebagai Kepala Staf Umum TKR dengan pangkat Letnan Jenderal dan diberi tugas untuk membentuk tentara oleh Wakil Presiden, Mohammad Hatta.
Pada 6 Oktober 1945, Soekarno mengangkat tokoh pemberontakan PETA dari Blitar yakni Supriyadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat dan Pemimpin Tertinggi TKR. Namun, Supriyadi tidak kembali lagi atau menghilang pada November 1945 TKR tidak mempunyai pimpinan tertinggi.
Pada tanggal 12 November 1945, Kepala Staf Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Sumohardjo mengadakan Konferensi TKR di Yogyakarta. Hasilnya, Kolonel Soedirman ditunjuk sebagai Pimpinan Tertinggi TKR. Pemerintah RI pada tanggal 18 Desember 1945 akhirnya resmi mengangkat Kolonel Soedirman menjadi Panglima Besar TKR, dengan pangkat Jenderal.
Pada perjalanannya, pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah No.2/SD 1946 untuk mengganti nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat pada 7 Januari 1946. Hal itu dimaksudkan untuk memperluas fungsi tentara dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus menjaga keamanan rakyat.