Satgas Sebut Risiko Penularan Covid-19 di Indonesia Lebih Aman Dibanding Eropa
JAKARTA, iNews.id - Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Hery Trianto mengatakan saat ini risiko penularan Covid-19 di Indonesia lebih aman. Hal ini dibandingkan dengan negara-negara seperti di Eropa ataupun Amerika.
Hery mengungkapkan saat ini positivity rate Covid-19 di Indonesia di bawah 0,1%. Angka ini jauh di bawah batas yang disyaratkan oleh World Health Organization yakni positivity rate 5%.
“Laju penularan seperti sekarang sebenarnya risiko penularan kita ini berada pada level yang cukup rendah atau terkendali. Karena tingkat positivity rate kita itu dibawah 0,1%. Jauh di bawah standar WHO dimana positivity rate testing 5%,” papar Hery dalam keterangannya, Sabtu (1/1/2022).
Apalagi, saat ini kasus harian Covid-19 di Indonesia kurang dari 300 kasus per hari, contohnya di 31 Desember kemarin hanya 180 kasus per hari. Angka ini jauh dibandingkan dengan kasus harian di Perancis yang mencapai 200.000 kasus per hari dan di Amerika lebih dari 500.000 per hari.
2 Tahun Hadapi Pandemi Covid-19, Anies : Kita Siap Bangkit di Tahun 2022
“Kita tahu dengan positivity rate sekarang sebenarnya risiko pandemi atau risiko penularan di Indonesia ini relatif lebih aman dibandingkan negara-negara lain sebutlah di Eropa yang sekarang Perancis misalnya kasus hariannya mencapai 200.000, di Amerika lebih dari 500.000, tentu ini adalah daerah-daerah yang cukup berbahaya,” sambung dia.
Hery pun mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah meluasnya varian Omicron. Hal ini juga sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo (Jokowi).
Program Vaksinasi Presiden Jokowi Lindungi Nakes dari Bahaya Covid-19
“Makanya, kemudian sejak awal bulan Desember Presiden Jokowi juga menyerukan agar masyarakat tidak dulu bepergian ke luar negeri. Kenapa? Karena di luar negeri jauh lebih tidak aman dibandingkan di Indonesia. Jadi diharapkan masyarakat masih bisa menahan diri,” papar dia.
Meskipun, kata Hery, saat ini rata-rata sejak pertengahan Desember sebanyak 3.000 orang melakukan perjalanan keluar negeri. Untuk itu, masyarakat harus melakukan karantina sebagai antisipasi.
Positif Covid-19, Guru Ini Isolasi Mandiri di Toilet Pesawat selama 4 Jam Penerbangan
“Nah, ini harus diantisipasi sekitar awal tahun agar mereka benar-benar menjalani karantina yang disyaratkan dan melakukan testing entry tes maupun exit tes untuk memastikan mereka negatif varian apapun,” tutup Hery.
Editor: Puti Aini Yasmin