Sasar Unej, Yaqut Minta Mendikbud Fokus Hadapi Gerakan Radikalisme di Kampus
“Peringatan dari Pak Taufiq kenapa harus berujung pemberhentian? Padahal itu peringatan baik yang harus direspons dengan cermat pula oleh rektorat. Semestinya Pak Nadiem mengingatkan Rektor Unej,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3EM) Unej, Akhmad Taufiq, diberhentikan rektor setelah memaparkan pemetaan ilmiah dalam Festival HAM yang digelar Pemkab Jember pada pertengahan November 2019. Hasil pemetaan LP3M Unej menyebut, 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme.
“Angka 22 persen mahasiswa terpapar radikalisme di sebuah Perguruan Tinggi Negeri saya kira sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Kenapa rektor kemudian bertindak seperti itu? Apa karena ada persoalan internal di antara mereka? Atau memang rektor abai terhadap potensi itu?” kata Yaqut.
Dia menegaskan, permasalah yang terjadi seperti di Universitas Jember harus menjadi perhatian serius bagi Kemendikbud.
Editor: Ahmad Islamy Jamil