Santri Digitalpreneur Bidik 1.000 Pesantren, Menparekraf: Santri Jadi Lokomotif Ekraf dan Ciptakan Lapangan Kerja
Menparekraf menyebutkan bahwa program Santri Digitalpreneur Indonesia ini akan dilanjutkan di tahun 2022 dan akan lebih banyak lagi jenis pelatihannya seperti coding, games, web development, digital marketing, dan pelatihan program entrepreneurship lainnya. Dengan target peserta adalah 1.000 pondok pesantren.
“Kita harus cetak para santri yang betul-betul memiliki daya saing, berkualitas, berkelas dunia, dan saya bermimpi santri-santri ini bukan hanya memiliki ilmu pendidikan digital, iman, dan takwa, tapi mereka juga jago berdagang menjadi para ahli pembiayaan, investasi, bukan hanya di Indonesia tapi mampu bersaing di internasional,” ujarnya.
Menparekraf pun turut mengajak para santri untuk mulai berfikir konten kreatif seperti apa yang bisa diciptakan untuk berdakwah, bagaimana bisa menebar kebaikan yang berlandaskan empat sifat wajib bagu rasul, yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
Salah satu mentor Santri Digitalpreneur Indonesia serta Pelaku Usaha Industri Kreatif Subsektor Animasi, Yuda Wirafianto, menyampaikan bahwa antusiasme dari para santri sangat baik. Secara umum para santri sangat berminat dengan dunia digital. Dan pada saat proses pelatihan pun para santri sangat kritis, karena sering melontarkan pertanyaan.
“Saya berharap kedepan santri-santri ini bisa mewarnai zaman bukan diwarnai. Semoga santri kita bisa menjaga nilai keislaman dan memperkuat karakter bangsa,” ujarnya.