Sambil Menangis, Anak Bos Rental Mobil Beri Kesaksian di Pengadilan Militer
"(Mobil Brio yang dibawa para terdakwa) Berhenti di dekat Polsek Cinangka, 4 KM dari Polsek. Sesuai arahan bapak saya, kami ke Polsek meminta pendampingan, dari petugas piket pada saat itu bilang, kami menjelaskan kami ditodong pistol, kami dapat ancaman, mobil pun dibawa kabur. Lalu dibilang kamu dari leasing yah, bukan pak saya bilang dari rental mobil, kami bawa berkas-berkas, BPKB, STNK," tuturnya.
"Bahkan waktu saat di Polsek penjaga piket pada saat itu bilang seperti ini, ciri-ciri pistolnya seperti apa, saya kira warna hitam yang saya lihat. Wah itu paling pistol mainan katanya. Setelah itu kami tak dapat pendampingan pak," tutur Rizky lagi.
Rizky mengungkapkan, pihaknya lantas menghubungi Asosiasi Rental Indonesia di Tangerang untuk meminta bantuan sehingga datanglah 3 orang yang membantu mereka, yakni Agus Zimi, Ramli, dan Fajrie. Singkatnya, sesuai GPS, mobil Brio milik rental berada di parkiran minimarket Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak sehingga mereka mendatangi lokasi tersebut.
Di parkiran minimarket itulah mereka bertemu para terdakwa, ayahnya pun sempat memegangi Sertu Akbar dan meminta Sertu Akbar menjatuhkan pistolnya. Tak lama, terdengar suara letusan senjata api sebanyak dua kali.
"Pada saat kapan letusan pertama kali? Saudara saksi mendengar ada perintah apa pun dari Sertu Akbar tuk menembak" tanya Oditur Militer.