Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp17.800 per Dolar AS

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:48:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp17.800 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS pada perdagangan, Selasa (26/5/2026). (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengisyaratkan kemajuan dalam negosiasi dengan Iran, dan mengklaim bahwa republik Islam tersebut akan menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya. Iran sebagian besar membantah rencana untuk melepaskan uraniumnya, meskipun laporan menunjukkan negara tersebut terbuka untuk negosiasi lebih lanjut mengenai aktivitas nuklirnya.

Dari sentimen domestik, krisis kepercayaan yang berdampak terhadap krisis ekonomi sudah mulai nampak didepan mata akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belum jelas sampai kapan pelemahan ini akan terjadi, dan berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi perusahaan, khususnya industri yang bergantung pada bahan baku impor dan pasar ekspor sehingga meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Lonjakan PHK terjadi hanya dalam satu bulan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan operasional. 

Tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, namun konflik geopolitik global juga mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri nonsubsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan.

Sebagai informasi, penutupan operasional pabrik elektronik PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang menyebabkan sekitar 350 pekerja terkena PHK. Kondisi tersebut dipengaruhi tekanan biaya impor dan melemahnya pasar ekspor.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut