JAKARTA, iNews.id- Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan. Hal ini imbas dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang menggerus kekuatan mata uang Garuda.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencermati bahwa fluktuasi negatif ini sudah mulai terlihat mengoreksi posisi Rupiah sejak perdagangan siang ini. Meski pasar domestik akan menghadapi hari libur nasional, aktivitas transaksi di pasar global yang tetap berjalan diperkirakan akan langsung menguji ketahanan kurs dalam jangka pendek.
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini, besok walaupun libur pasar tetap buka dan ketahanan rupiah pasti jebol di 17.850 (per dolar AS), dan Jumat kemungkinan sesuai prediksi di 18.000 (per dolar AS),” kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.05 WIB, nilai tukar Rupiah di pasar spot memang terpantau bergerak loyo dengan pelemahan sebesar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS.
Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS
Rapor merah pada siang hari ini sekaligus melanjutkan tren rontoknya mata uang domestik dari sesi pembukaan perdagangan.