JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Jumat (15/5/2026). Mata uang Garuda anjlok 84 poin atau minus 0,48 persen ke posisi Rp17.614 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
Hingga pukul 09.47 WIB, rupiah masih bergerak melemah 0,34 persen ke Rp17.589 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan kondisi mayoritas mata uang di kawasan Asia dan negara maju yang kompak memerah terhadap dolar AS.
Pemerintah Negara Anggota NATO Runtuh setelah Insiden Drone Kamikaze Ukraina
Purbaya Ikut Jaga Rupiah Lewat Surat Utang, Akui Prosesnya Perlu Waktu
Di Asia, Won Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 0,50 persen, diikuti Ringgit Malaysia 0,39 persen, dan Baht Thailand 0,28 persen.
Kondisi serupa terjadi pada mata uang global seperti Dolar Australia yang turun 0,47 persen serta Poundsterling Inggris sebesar 0,28 persen.
Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Lewat Bond Market
Adapun koreksi Rupiah pagi ini dipicu oleh penguatan indeks dolar AS di tengah penantian pasar terhadap hasil pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Meski ada optimisme, pelaku pasar cenderung bersikap waspada karena belum ada pernyataan resmi dari hasil pembicaraan kedua pemimpin tersebut.
BI Tegaskan Fundamental Makro Ekonomi Solid, Optimistis Rupiah Kembali Menguat
Selain faktor pertemuan AS-China, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyoroti rapuhnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar global.
“Teheran juga menekankan kedaulatan atas Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
BI Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Hasil Temuan 2017-2025
Berdasarkan dinamika eksternal tersebut, Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada sesi perdagangan hari ini. Ibrahim memperkirakan posisi penutupan akan berada pada rentang harga yang cukup lebar.
Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.520-Rp17.580 per dolar AS.
Rupiah Rp17.500, Bond Market Intervention dan Kepercayaan
Editor: Aditya Pratama