Roy Suryo Wanti-Wanti Indonesia Tak Salah Bersikap terkait Perang AS-Israel Vs Iran
Roy juga menyinggung terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Menurutnya, konsekuensi dengan tetap bergabung dalam BoP maka berpeluang menjadi mediator konflik internasional di forum geopolitik global dan ada akses ke diskusi keamanan strategis dunia.
Adapun sebaliknya, jika Indonesia keluar dari BoP maka ada konsekuensi Indonesia kehilangan forum diplomasi tersebut. Namun yang harus dilihat bagaimana peta blok geopolitik dunia, karena ada yang disebut sebagai Blok Barat yang diisi oleh AS, Israel, sebagian besar negara NATO dan ada juga Blok Anti Barat atau biasa disebut Resistance Axis yang di dalamnya berisi Iran, Rusia, China
"Sementara ada juga Blok "Global South" arau "Non Aligned" yang berusaha netral dan beranggotakan Indonesia, India, Brazil dan Afrika Selatan," katanya.
Dia pun menilai Presiden Prabowo Subianto berpotensi menjadi mediator konflik Timur Tengah. Namun, ada risiko yang mengintai jika Kepala Negara salah membaca situasi, di mana jika Indonesia terlalu condong ke satu blok, terdapat konsekuensi yang besar.
"Jelasnya jika terlalu dekat Barat maka akan menerima kritik dari dunia Islam, tekanan domestik. Misalnya, jika terlalu dekat Iran akan mendapat sanksi ekonomi Barat dan tekanan geopolitik, demikian juga sebaliknya," ujarnya.
Editor: Aditya Pratama