Rincian 744 Prajurit TNI Dikirim Jaga Perdamaian di Lebanon, Mayoritas dari TNI AD
JAKARTA, iNews.id -TNI kembali mengirim ratusan prajurit untuk menjalankan misi perdamaian dunia United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Tahun Anggaran 2026. Total sebanyak 744 personel diberangkatkan ke Lebanon dengan rincian mayoritas berasal dari TNI Angkatan Darat (AD).
Pelepasan Kontingen Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis (21/5/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksdya TNI Edwin hingga Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika.
"Kontingen Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 berjumlah 744 personel akan diberangkatkan ke daerah misi di Lebanon, terdiri tas 571 personel TNI AD, 79 personel TNI AL, 63 personel TNI AU, serta 31 personel Mabes TNI," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Jumlah pasukan yang dikirim tahun ini lebih sedikit dibanding 2025. Pada tahun lalu, TNI mengirim sebanyak 1.090 prajurit untuk menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Nyoman mengatakan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian PBB menjadi bukti kepercayaan dunia internasional terhadap profesionalisme prajurit TNI.
"Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia," ujar Nyoman.
Selain itu, Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit agar menjaga nama baik Indonesia selama bertugas di wilayah misi serta mematuhi seluruh prosedur operasi standar.
"Panglima TNI juga menekankan agar seluruh personel menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas di daerah misi, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan," katanya.
Editor: Reza Fajri