Razman Nasution Respons Narasi No Justice, No Viral: Polri Terus Berbenah
JAKARTA, iNews.id - Praktisi hukum, Razman Nasution menanggapi narasi 'No Justice, No Viral' yang disorot sebagai kritik kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menilai institusi Polri sejatinya terus berbenah secara struktural maupun kultural.
Dalam program Interupsi bertajuk 'Ujian di Tengah Percepatan Reformasi Polri', Razman menyebut narasi tersebut merujuk pada TAP MPR nomor 7 tahun 2000 tentang pemisahan TNI dan Polri. Berangkat dari TAP MPR itu, ia menjelaskan Polri telah membuktikan diri bergerak di bidang ketertiban masyarakat dan penegakan hukum.
Razman mengatakan Polri tetap melakukan pembenahan, termasuk fungsi pengawasan di masyarakat. Namun, ia menyoroti jumlah rasio anggota polisi dengan penduduk Indonesia.
"Saya kira, kita harus pahami, bahwa penduduk Indonesia hari ini 287 juta jiwa dengan Polri kita yang ada di lapangan itu hanya 260.000 hari ini," kata Razman.
Saor Siagian Singgung Dosa Pertama Polri, Sebut Reformasi Harus Dimulai dari Rekrutmen
Ia menilai, rasio tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan dan pelayanan secara menyeluruh. Maka menurutnya menjadi hal yang dimaklumi bila terdapat pelayanan yang belum optimal.
Penasihat Kapolri Beberkan Tantangan Reformasi Polri, Singgung soal Pengawasan
"Berbanding satu polisi dengan seribu penduduk. Artinya Polri memang kesulitan untuk mengamati secara keseluruhan. Maka kalau ada sedikit misalnya tindakan di lapangan yang sedikit represif dan lain sebagainya, itu dapat kita maklumi," ujar dia.
Namun poin penting yang disorot Razman, dirinya pun tidak akan setuju bila sesama anggota Polri melakukan. pembunuhan atas nama senior dan junior. Ia juga menyatakan tidak setuju terhadap tindakan pembunuhan lain yang berkaitan dengan oknum kepolisian.
Akan tetapi ia juga menegaskan, bahwa Kapolri terus melakukan pembenahan dengan melakukan rapat rutin bersama Kapolres se-Indonesia. Hal ini, menurutnya, menunjukkan Kapolri berupaya memastikan jajarannya menjalankan fungsi mengayomi dan melindungi masyarakat dengan baik.
"Tapi yang perlu kita cermati bahwa hari ini Polri itu melakukan pembenahan terus, baik secara struktural maupun budaya dan saya lihat bagaimana Kapolri selalu membangun komunikasi yang intens. Kalau boleh saya bilang dalam sebulan itu bisa berapa kali rapat Zoom dengan semua Kapolres seluruh Indonesia," ujar dia.
Editor: Puti Aini Yasmin