Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buku Laku Spiritual Pak Harto Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya hingga Jejak Kejawen
Advertisement . Scroll to see content

Pustakawan Aktif, Inisiatif dan Komunikatif dalam Bisnis Perpustakaan

Senin, 06 Juli 2020 - 20:11:00 WIB
Pustakawan Aktif, Inisiatif dan Komunikatif dalam Bisnis Perpustakaan
Dosen pada Program Studi Ilmu Perpustakaan Unpad Agus Rusmana.
Advertisement . Scroll to see content

Sudah sejak lama tuntutan agar pustakawan menjadi sosok komunikatif dan menggunakan prinsip pemasaran, seperti yang disampaikan oleh David King dalam tulisannya tentang "transferring corporate service philosophy to a library setting" (Library and Information Science Research 1996) menyatakan, perpustakaan sudah saatnya menggunakan konsep layanan perusahaan di mana pelanggan dilayani dengan tepat agar merasa senang dan terus bersedia menggunakan jasa layanan seperti membeli dari perusahaan.

Prinsip “pembeli adalah raja” tidak lah tabu untuk diterapkan di perpustakaan karena kepuasan pengunjung perpustakaan menjadi tujuan utama dari seluruh aktivitas di perpustakaan. Tanpa ada orang yang memanfaatkan, semua koleksi dan layanan perpustakaan tidak akan bermakna apa-apa sama sekali.

Kemampuan komunikasi seorang pustakawan harus mencakup seluruh bentuk, yaitu komunikasi verbal berupa ucapan dan tulisan, dan komunikasi nonverbal berupa gerak tubuk (gesture), lambang yang bermakna, dan penampilan yang mampu memperlihatkan bahwa pustakawan itu cerdas. Dengan kemampuan komunikasi ini, kepercayaan pada pustakawan akan menjadi sangat tinggi sebagai orang yang akan mampu memberikan solusi untuk masalah mereka melalui penyediaan informasi dan ilmu pengetahuan.

Sebenarnya setiap pustakawan telah memiliki keterampilan berkomunikasi, namun dengan beberapa latihan tentang teknis berkomunikasi, keterampilan tersebut akan semakin terasah dan pada gilirannya keterampilan berkomunikasi ini bukan hanya akan menyenangkan pengunjung perpustakaan, tetapi juga akan meningkatkan rasa percaya diri pustakawan. Terpenting dari semua itu yakni berubahnya citra pustakawan dari sosok yang pendiam dan membosankan, menjadi sosok yang pandai bicara dan menyenangkan.

Pustakawan Kreatif Jadikan Perpustakaan Inspiratif

Seperti juga pustakawan, perpustakaan dinilai oleh sebagian besar masyarakat sebagai tempat yang tidak menarik, suram dan membosankan. Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya kunjungan ke perpustakaan. Kemudian juga perpustakaan tidak bisa memaksa siapapun untuk datang mengunjungi seperti halnya kantor kecamatan atau puskesmas, yang walaupun tidak menarik, dapat memaksa warga untuk datang karena ketergantungan pada layanan satu-satunya tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut