Pustakawan Aktif, Inisiatif dan Komunikatif dalam Bisnis Perpustakaan
Tingginya kunjungan ke perpustakaan dan tingginya akses pada koleksi pustaka bukan diusahakan demi keuntungan perpustakaan dan pustakawan tetapi karena karena tanggung jawab terbesar perpustakaan adalah membuat seluruh informasi dan ilmu pengetahuan (sebagai hasil kebudayaan) yang dimiliki perpustakaan, dapat tersebar dan terwariskan dengan lengkap dan meluas kepada anggota masyarakat (yang ini disebut amal ibadah).
Untuk itu pustakawan harus berusaha untuk membuat anggota masyarakat untuk dapat sebanyak mungkin memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang tersedia agar mereka mampu meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
Pustakawan Aktif dan Inisiatif Komunikatif
Pustakawan harus memperlakukan perpustakaan sebagai “lembaga bisnis” dan memperlakukan pemustaka sebagai customers dengan cara aktif menawarkan produk dan layanan perpustakaan agar mereka secara loyal terus memanfaatkan semua produk yang dilayankan oleh perpustakaan.
Dengan pemikiran ini pustakawan dituntut aktif memperkenalkan perpustakaan tempatnya berkarya kepada masyarakat agar mereka kenal betul apa yang menjadi keistimewaan perpustakaan dan manfaat apa yang akan mereka peroleh (perubahan pada diri pelanggan) dengan memanfaatkan perpustakaan.
Pustakawan juga tidak boleh menunggu minat baca masyarakat tumbuh dengan sendirinya, tetapi berinisiatif menumbuhkan minat baca masyarakat. Karakter aktif dan inisiatif ini semakin dibutuhkan ketika perpustakaan harus bersaing dengan kehadiran media sosial yang dengan dukungan internet telah mampu menyediakan informasi terkini yang dinilai oleh masyarakat lebih mudah dan cepat digunakan yang menurut beberapa pengamatan, semakin menjauhkan masyarakat dari perpustakaan.