Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pansel OJK Dibentuk, Pendaftaran Calon Anggota Dewan Komisioner Resmi Dibuka
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya soal Penemuan Safe House untuk Simpan Emas Suap: Kita Masih Belum Bersih!

Sabtu, 07 Februari 2026 - 09:47:00 WIB
Purbaya soal Penemuan Safe House untuk Simpan Emas Suap: Kita Masih Belum Bersih!
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa geram temukan safe house emas suap. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras saat melantik 40 pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (6/2/2026). Ia blak-blakan menyinggung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya merasa geram dengan modus operandi para oknum yang menyewa tempat persembunyian (safe house) hanya untuk menyembunyikan tumpukan uang dan logam mulia hasil praktik rasuah.

"Artinya ada sebagian pegawai kita yang belum menjalankan pekerjaannya dengan baik dan lurus. Masih ada yang terima uang tuh, ada safe house katanya, ada uang sekian, ada emas tiga kg dan lain-lain, artinya kita masih belum bersih," ucap Purbaya.

Purbaya menekankan bahwa rangkaian rotasi jabatan yang ia lakukan sejak pekan lalu merupakan upaya paksa untuk memulihkan nama baik Kementerian Keuangan. Ia menyoroti bahwa kasus korupsi yang terjadi berulang kali, baik di Kalimantan maupun di pusat, menunjukkan adanya celah sistemik yang harus segera ditutup.

"Ke depan teman-teman memperbaiki image bea cukai dan pajak. Yang pajak kan kena di Kalimantan, Bea Cukai di sini, ini terjadi berkali-kali dan kalau kita enggak hati-hati akan terjadi terus. Kalau di masa lalu kan pimpinan sebelumnya nggak ada yang kena kan," ujar dia.

Dalam arahannya, ia menegaskan prinsip tanggung jawab berjenjang. Ia tidak akan menerima alasan atasan yang mengaku tidak tahu menahu soal tindakan korupsi bawahannya. Menurutnya, kegagalan pengawasan di tingkat bawah akan berdampak langsung pada kredibilitas pimpinan tertinggi.

"Nggak bisa lagi kita bilang oh itu di bawah saya terlalu jauh, anda harus mengawasi itu. Karena pada akhirnya kalau begini terus, dirjen-dirjen dan saya juga kena, nggak bisa lari. Tapi sekarang kita coba perbaiki secepatnya," papar Purbaya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut