Purbaya Pastikan Belum Revisi APBN 2026 usai Harga Minyak Dunia Melonjak
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian. Dia menilai posisi fiskal saat ini masih cukup kuat untuk menahan berbagai tekanan.
Purbaya menuturkan, pemerintah belum melihat kebutuhan mendesak untuk mengubah postur APBN. Kondisi penerimaan negara dinilai masih cukup baik untuk menopang belanja pemerintah.
“Sebelumnya banyak pertanyaan dari media, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum. Dari sisi penerimaan negara, kondisinya masih cukup baik,” ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (11/3/2026).
Dia menambahkan, APBN Tahun 2026 memang dirancang dengan skema defisit agar pemerintah memiliki ruang untuk mendorong kegiatan ekonomi.
Ekonom Sebut Penutupan Selat Hormuz Berdampak terhadap APBN, Defisit Bisa Lewati 3 Persen
Purbaya menuturkan, pemerintah sengaja mempercepat belanja sejak awal tahun agar dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha lebih terasa.
“Memang APBN didesain untuk defisit. Sekarang kami mendorong belanja lebih merata sepanjang tahun supaya dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian lebih terasa,” ujarnya.
Defisit APBN Tembus Rp135,7 Triliun di Februari 2026, Purbaya Respons Begini