Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya soal Prabowo Nombok Biaya Dinas Luar Negeri: Gak Ada Aturannya, Boleh Saja
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Ngaku Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun demi Jaga Rupiah

Kamis, 04 Juni 2026 - 15:37:00 WIB
Purbaya Ngaku Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun demi Jaga Rupiah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, ia menilai kebijakan intervensi tersebut terbukti efektif meredam kepanikan pasar, tecermin dari pergerakan yield SBN dengan tenor acuan 10 tahun yang mampu bertahan stabil di kisaran 6,7 persen.

"Nggak apa-apa biar Anda tahu saya intervensi sedikit. Terus (yield) 10 tahun relatif stabil," ujar Purbaya.

Operasi pasar ini bergulir di tengah kondisi mata uang Garuda yang kian terpuruk menghadapi keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan siang ini. 

Setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026) pagi, nilai tukar rupiah terpantau bergerak semakin liar menjauhi ambang batas tersebut.

Adapun rupiah langsung dibuka lesu dengan pelemahan 0,11 persen ke kisaran Rp17.960 per dolar AS. Mata uang domestik terjerembap melewati batas psikologis baru di level Rp18.015 per dolar AS, atau terdepresiasi 0,42 persen.

Kemudian pada Pukul 11.30 WIB, pelemahan menembus posisi Rp18.040 per dolar AS. Dengan bertengger di level Rp18.040 per dolar AS, nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor sejarah baru sebagai posisi terlemah sepanjang masa. 

Kejatuhan beruntun ini sekaligus memperpanjang tren koreksi tajam dari sesi perdagangan hari sebelumnya, Rabu (3/6/2026), di mana kala itu rupiah ditutup merosot 0,62 persen ke level Rp17.940 per dolar AS.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut