Proyek Giant Sea Wall Butuh Investasi Rp1.750 Triliun, Calon Investor Masih Hitung Imbal Hasil
"Peluang investasi ini tentu akan ada land value capture, ini bisa pendapatan dari tol di atas tanggul laut, potensi penjualan listrik dari PLTS terapung, dan masih banyak lagi. Sekarang kita bangun itu salah satunya tol Semarang-Demak," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengaku hingga saat ini para pelaku usaha yang menjadi sasaran sebagai sumber pembiayaan proyek tersebut masih menghitung ulang terkait imbal hasil yang diterima jika investasi di proyek tersebut.
"Juga tadi mengenai return, tentunya kita sangat meneliti karena pendanaan jangka panjang itu juga tidak mudah pada saat ini. Sehingga kalau misalnya kita dan swasta ingin berpartisipasi, tentu ingin memastikan bahwa adanya kepastian hukum jangka panjang dan iklim investasi yang baik," ucap Anin.
Sebelumnya, Mantan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia sempat menghitung angka kasar kebutuhan pembiayaan pembangunan tanggul laut di pesisir Jawa.
Bob menilai pembiayaan membangun proyek Giant Sea Wall memang tidak murah. Hal ini menimbang medan konstruksi yang dikerjakan berada di pinggir laut, serta pertimbangan studi dan kajian lingkungan yang tidak sebentar terkait dampak dari pembangunan Giant Sea Wall.