Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ungkap Anggaran yang Dibutuhkan untuk Bangun Giant Sea Wall 19 Km
Advertisement . Scroll to see content

Proyek Giant Sea Wall Butuh Investasi Rp1.750 Triliun, Calon Investor Masih Hitung Imbal Hasil

Senin, 16 Juni 2025 - 14:04:00 WIB
Proyek Giant Sea Wall Butuh Investasi Rp1.750 Triliun, Calon Investor Masih Hitung Imbal Hasil
Proyek Tanggul Laut Teluk Jakarta yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. (Foto: Dok. Hutama Karya)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana membangun Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa Jakarta-Gresik untuk melindungi pesisir Jawa dari ancaman tenggelam hingga banjir rob. Presiden Prabowo Subianto menyebut, sebanyak mungkin pembiayaan proyek tersebut melibatkan pihak swasta.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, kebutuhan pembiayaan proyek giant sea wall tidaklah murah. Bahkan, APBN saja tidak cukup untuk mendanai proyek raksasa tersebut, di tengah program prioritas lain seperti MBG (makan bergizi gratis), ketahanan pangan, energi, dan air yang sedang dijalankan.

"Arahan pak presiden adalah, sebanyak mungkin kerja sama dengan swasta. Karena dengan kerja sama dengan swasta kemampuan fiskal bisa kita lipat gandakan. Tinggal kita bagaimana yang punya nilai ekonomis, kalau swasta kan pasti pinginnya ada  return (imbal hasil) nya dong," ujarnya Rachmat dikutip, Senin (16/6/2025).

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menjelaskan, proyek Giant Sea Wall akan ditawarkan kepada investor melalui skema LVC (land value capture). Skema ini memungkinkan badan usaha untuk memanfaatkan lahan di atas tanggul raksasa yang nantinya dibangun.

Diana menuturkan, lahan yang terbangun sebagai tanggul laut bisa digunakan untuk pembangunan jalan tol, proyek real estate, hingga proyek pembangkit listrik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut