Proyek Giant Sea Wall Butuh Investasi Rp1.750 Triliun, Calon Investor Masih Hitung Imbal Hasil
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana membangun Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa Jakarta-Gresik untuk melindungi pesisir Jawa dari ancaman tenggelam hingga banjir rob. Presiden Prabowo Subianto menyebut, sebanyak mungkin pembiayaan proyek tersebut melibatkan pihak swasta.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, kebutuhan pembiayaan proyek giant sea wall tidaklah murah. Bahkan, APBN saja tidak cukup untuk mendanai proyek raksasa tersebut, di tengah program prioritas lain seperti MBG (makan bergizi gratis), ketahanan pangan, energi, dan air yang sedang dijalankan.
"Arahan pak presiden adalah, sebanyak mungkin kerja sama dengan swasta. Karena dengan kerja sama dengan swasta kemampuan fiskal bisa kita lipat gandakan. Tinggal kita bagaimana yang punya nilai ekonomis, kalau swasta kan pasti pinginnya ada return (imbal hasil) nya dong," ujarnya Rachmat dikutip, Senin (16/6/2025).
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menjelaskan, proyek Giant Sea Wall akan ditawarkan kepada investor melalui skema LVC (land value capture). Skema ini memungkinkan badan usaha untuk memanfaatkan lahan di atas tanggul raksasa yang nantinya dibangun.
Diana menuturkan, lahan yang terbangun sebagai tanggul laut bisa digunakan untuk pembangunan jalan tol, proyek real estate, hingga proyek pembangkit listrik.