Profil Ma'arif Institute, Lembaga Pembaruan Pemikiran yang Kritik Kebijakan Anak Nakal Dikirim ke Barak Militer
Dengan visi menjadi lembaga pembaruan pemikiran Islam yang berlandaskan keadilan sosial dan kemanusiaan, MAARIF Institute terus memperkuat perannya sebagai pilar penting dalam memperjuangkan kebinekaan dan toleransi di Indonesia.
Baru-baru ini, MAARIF Institute menyampaikan keprihatinan atas rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menginisiasi kebijakan mengirim siswa “berperilaku menyimpang” ke barak militer sebagai upaya mendisiplinkan mereka. Hal itu disampaikannya melalui akun X resmi mereka.
“MAARIF Institute menyampaikan keprihatinan atas rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akan mengirim siswa “berperilaku menyimpang” ke barak militer. Ini bukan solusi. Ini bentuk kekerasan simbolik dalam dunia pendidikan,” tulis akun tersebut pada X.
Sekadar informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah meluncurkan kebijakan kontroversial mengirim anak-anak yang dianggap "nakal" ke barak militer sebagai upaya mendisiplinkan mereka.
Program ini sudah diterapkan di beberapa daerah seperti Purwakarta, Bandung, dan Cianjur, dengan melibatkan TNI-Polri untuk memberikan pelatihan semi militer kepada siswa SMP yang terlibat dalam tawuran, narkoba, bolos sekolah, dan perilaku bermasalah lainnya.