Prabowo Segera Teken Perjanjian Tarif Dagang Trump, Begini Tren Ekspor 3 Komoditas Unggulan RI
Di komoditas kakao, Amerika Serikat menempati posisi kedua setelah India sebagai negara tujuan ekspor kakao asal Nusantara. Volume ekspor kakao ke Paman Sam sebanyak 43,40 ribu ton, dengan total nilai ekspor sebesar 173,92 juta dolar AS.
Untuk komoditas kakao ini, Kementerian Pertanian mengatakan hilirisasi menjadi kunci peningkatan produksi. Berdasarkan data Statistik Perkebunan, produksi kakao pada 2024 tercatat sebesar 617 ribu ton dari luas areal 1,37 juta hektare.
Pada 2025 (angka sementara) produksi berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
"Pekebun adalah kunci. Hampir seluruh kebun kakao kita dikelola rakyat. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui peremajaan, penggunaan benih unggul, dan pendampingan intensif harus menjadi prioritas.
Kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus memperkuat hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dikutip dari laman Kementan.
Sementara itu, volume ekspor komoditas sawit Indonesia ke AS menyentuh 1,6 juta ton pada 2024, dengan nilai FOB mencapai 1.557,6 juta dolar AS. Dalam periode 2020-2024, AS konsisten masuk lima besar negara tujuan ekspor sawit Indonesia.
Editor: Puti Aini Yasmin