Prabowo Sebut RI Setara Negara Miskin, Ma'ruf: Pernyataan Tak Mendidik
Jangan Menakuti Rakyat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyebutkan, jika kondisi ekonomi dalam masa pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (JK) sudah terjadi perubahan yang signifikan. Dia menilai, tidak tepat menyamakan kondisi perekenomian Indonesia saat ini dengan negara-negara miskin di Benua Afrika.
"Karena itu nanti di periode kedua, kalau beliau (Jokowi) terpilih, itu akan ada lompatan-lompatan, karena landasannya sudah terbangun. Begitu juga mengenai tenaga kerja, makin banyak peluang jumlah pekerjaan yang terbuka, jadi makin hari makin besar. Jadi saya kira tidak benar, itu semua datanya kan ada," ujar Ma'ruf.

Terkait pernyataan-pernyataan Prabowo yang kerap membentuk stigma ketakutan di masyarakat terhadap pemerintah, Ma'ruf menghimbau agar lebih baik dibangun optimisme di masyarakat. Apalagi, dia menambahkan, banyak keberhasilan yang dilakukan pemerintahan saat ini.
"Jadi justru optimisme itu yang harus kita bangun kepada masyarakat. Kita boleh saja mau mencari dukungan, tapi dengan cara-cara yang bermartabat, jangan menakutkan, jangan kemudian tidak berdasar pada fakta-fakta yang terjadi," katanya.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini setingkat dengan beberapa negara miskin di Benua Afrika. Prabowo menyatakan hal tersebut saat menghadiri suatu acara di Kota Solo, Jawa Tengah belum lama ini.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menyamakan Indonesia seperti dengan negara Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil seperti Kiribati. Dalam kesempatan itu mantan Danjen Kopassus TNI menyampaikan dirinya sedih melihat keadaan Indonesia saat ini.
Editor: Djibril Muhammad