Prabowo Disebut Keliru Ungkap Data Kekuatan TNI saat Debat
"Oleh karena itu, tidak salah jika Jokowi mengatakan 'Pak Prabowo tidak percaya pada TNI kita'. yang mantan TNI justru tidak percaya TNI kuat karena dia mendapatkan data yang salah," kata Charles.
Dia menambahkan, pada debat capres putaran keempat Sabtu malam, publik juga menangkap Jokowi yang sipil ternyata jauh lebih komprehensif dalam memahami pertahanan negara ketimbang Prabowo.
"Prabowo masih fokus di pertahanan konvensional, bahkan soal teknologi yang bersangkutan merasa tidak masalah jika harus tetap memakai teknologi lama. Sebaliknya, Jokowi sudah bisa memetakan ancaman ke depan seperti perang siber sehingga beliau fokus membangun pertahanan siber negara," tuturnya.
Charles juga menilai pernyataan Prabowo mengenai anggaran pertahanan negara masih terlalu kecil juga telah mengabaikan fakta bahwa alokasi APBN untuk pertahanan negara di era Presiden Jokowi telah jauh meningkat siginifikan. Pada APBN 2019, anggaran pertahanan Rp108,4 T atau naik hampir 80 persen dari era Presiden SBY, yakni Rp 86,2 T (APBN 2014).
Prabowo Keliru Baca Data
Puteri Presiden keempat RI almarhum Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menyebut banyak data yang dikutip Prabowo Subianto keliru. Salah satunya adalah tentang anggaran pertahanan Indonesia yang dibandingkan dengan Singapura.