Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Jatim
“Langkah yang sudah kami sampaikan selain memberikan peringatan dini ini kami juga menyiagakan modifikasi cuaca sejak tanggal 10 ya, tanggal 10 namun itu baru bisa dilakukan apabila pemerintah daerah setempat menyatakan kondisi siaga darurat, karena kalau kalau tidak itu akan, kami menyalahi aturan ya. Kemudian yang sudah menyatakan siaga darurat itu di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” jelas Dwikorita.
“Jadi saat ini operasi modifikasi cuaca sedang berlangsung di Jawa Timur dan Jawa Tengah, tindak lanjut dari peringatan dini kami yang kami sampaikan sudah 3 hari yang lalu, 2-3 hari yang lalu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa intensitas hujan di Bali sudah menurun sehingga tidak lagi menjadi prioritas modifikasi cuaca. “Melemah curah hujannya jadi di Bali, itu tidak termasuk yang menjadikan kekhawatiran karena bergeser. Jadi justru modifikasi cuaca tidak dilakukan di Bali karena sudah semakin landai curah hujannya.”
“Tapi sepekan berikutnya kita belum tahu itu kan prediksi baru sebatas 3 hari ke depan hingga 7 hari ke depan sehingga makanya harus selalu diulang-ulang, kami akan monitor terus bisa saja berbalik lagi oleh fenomena yang lain lagi, yang lewat,” pungkasnya.
BMKG menegaskan tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di Bali, karena fenomena cuaca ekstrem bergeser ke arah barat Indonesia. Fokus OMC kini diarahkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.