Pertamina Temukan Harta Karun Migas di Sumsel, Berpotensi Hasilkan 505 Barel Minyak per Hari
Sumur ABB-145 merupakan sumur pengembangan (infill well) yang masuk dalam program rencana kerja (RK) pengeboran 2026. Proses pengeboran dimulai pada 31 Januari 2026 dan selesai pada 28 Februari 2026, termasuk tahapan komplesi.
Keberhasilan penentuan lokasi sumur ini tidak lepas dari pemanfaatan data seismik 3D terbaru yang diakuisisi pada 2023 di Lapangan Abab. Teknologi ini memberikan gambaran bawah permukaan yang lebih detail dibandingkan metode sebelumnya yang masih mengandalkan data seismik dua dimensi.
Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan data sumur-sumur sebelumnya, seperti ABB-140 yang dibor pada 2023 dan ABB-143 pada 2025. Hasil integrasi ini menjadi dasar dalam menentukan posisi pengeboran ABB-145, sekaligus mengkonfirmasi adanya potensi lanjutan reservoir di bagian timur laut Struktur Abab.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PEP Zona 4, Reza Nur Ardianto mengatakan, temuan ini membuktikan bahwa peluang menemukan cadangan migas baru masih terbuka lebar, terutama dengan pendekatan subsurface yang terintegrasi dan pemanfaatan teknologi.
"Kami akan terus melakukan kajian agar potensi ini dapat dikembangkan secara optimal, sekaligus mengidentifikasi peluang lain di sekitar Struktur Abab," kata Reza.
PHR Regional Sumatera Zona 4 sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina mengelola sejumlah wilayah kerja di Sumatra Selatan, termasuk Adera Field. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan bagi produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Editor: Aditya Pratama