Perang AS-Iran Bisa Meletus, SBY Tulis Pesan untuk Trump dan Khamenei
Dia juga menyoroti karakter unik kedua pemimpin tersebut. Trump, menurutnya, memiliki kepentingan reputasi dan legacy politik. Sementara Khamenei menghadapi apa yang disebutnya sebagai “survival interest”, mengingat eskalasi konflik bisa berdampak pada stabilitas rezim di Iran.
Di tengah spekulasi bahwa kegagalan perundingan akan langsung memicu perang besar, SBY menilai situasinya tidak sesederhana itu. Dia berpandangan keputusan perang tidak akan diambil secara gegabah karena risikonya sangat tinggi bagi kedua negara.
"Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei," ujar SBY.
SBY menggarisbawahi dua pertimbangan penting sebelum seorang “commander-in-chief” memutuskan perang. Pertama, apakah perang benar-benar menjadi keharusan (war of necessity) atau sekadar pilihan (war of choice). Kedua, apakah perang tersebut secara rasional bisa dimenangkan dan sejalan dengan kepentingan rakyat yang dipimpin.