Pemilu Damai 2024, Kominfo: Pemilih Cerdas Tak Termakan Hoaks
Sementara itu Pegiat Media Sosial Wicaksana atau yang lebih dikenal dengan Ndoro Kakung menambahkan, menjaga kualitas demokrasi, kuncinya adalah adanya edukasi yang memiliki tujuan membekali masyarakat cakap digital yang mencakup empat pilar, yaitu keamanan digital, etika digital, masyarakat digital, dan budaya digital.
“Masyarakat memiliki bekal untuk mengahdapai apapaun yang terjadi. Yang mana edukasi melalui literasi digital salah satu tujuanya memberi edukasi kemasyarakat bukan hanya hoaks soal pemilu tetapi hoaks-hoaks yang lain. Ada ASN, TNI, Ibu Rmah Tangga dan lain – lain RT yang menjadi target sasaran literasi digital,” ujar Ndoro Kakung.
Menjelang Pemilu 2024, lanjut Ndoro, akan banyak bertebaran informasi hoaks di dunia digital atau media sosial seperti kampanye negatif dan kampanye hitam, pencemaran nama baik, fitnah, dan lain sebagainya. Untuk itu, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan cerdas dalam menerima informasi apapun.
“Jangan mudah percaya apapun yang ada di internet, sekalipun itu di WhatsApp. Anggap apa yang di medsos itu belum tentu kebenarannya sampai ada fakta tentang informasi tersebut. Faktanya, peredaran konten-konten negatif ada di platform yang besar seperti FB, YouTube, aplikasi percakapan. Ini karena penggunanya juga besar,” ucap Ndoro Kakung.
Editor: Anindita Trinoviana