Pemerintah Terima Temuan Awal PBB soal 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Desak Usut Tuntas
Dalam hal ini, Indonesia berpandangan serangan Israel di Lebanon selatan dianggap telah melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 terkait terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
"Semua tindakan yang membahayakan para personel pemelihara perdamaian ini merupakan pelanggaran yang serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan terus-menerus," tutur dia.
Detik-Detik Haru! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Diserang Israel, Dimakamkan dengan Penuh Khidmat
Sebelumnya pada Selasa (7/4/2026), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengumumkan temuan awal terkait gugurnya tiga prajurit TNI yakni Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar (33), Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan (26), dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon (28) dalam dua serangan terpisah.
Berdasarkan analisis dan bukti awal PBB, kata dia, serangan 29 Maret yang menyebabkan gugurnya Farizal diduga berasal dari proyektil yang merupakan amunisi utama tank Merkava milik Angkatan Pertahanan Israel (IDF).
Sementara itu berdasarkan analisis awal lokasi ledakan, bukti awal, dan kendaraan yang terdampak, serangan 30 Maret yang menewaskan Ichwan dan Zulmi diduga disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah.
Editor: Rizky Agustian