Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Oatmilk Lebih Tinggi Kandungan Gula Dibanding Susu Sapi, Ini Penjelasan Menkes
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar

Selasa, 02 Juni 2026 - 20:12:00 WIB
Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar
Susu. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Selain menyiapkan Dapur Susu Indonesia, kata dia, pemerintah juga mendorong peternak sapi perah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi susu. Pemerintah bahkan menjamin hasil produksi peternak akan terserap melalui skema pengadaan yang dijalankan BGN.

Dia mengatakan, selama ini salah satu hambatan pengembangan industri susu nasional adalah ketidakpastian pasar. Di satu sisi, industri mengeluhkan minimnya pasokan susu segar dari peternak, namun di sisi lain peternak khawatir hasil produksinya tidak terserap apabila produksi ditingkatkan.

"Kita berharap semua para peternak ini berlomba nih untuk beternak sapi perah. Apa jaminannya? Jaminannya diofftake oleh BGN," ungkapnya.

Menurut Makmun, kehadiran Program MBG menjadi solusi atas persoalan tersebut. Program yang menjangkau jutaan penerima manfaat itu membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi peternak sapi perah.

"Karena kan menjadi menu yang wajib ya, kalau kami lihat di pedoman itu minimal dua kali dalam sepekan itu meminum susu. Nah, susu apa yang diakomodasi? Itu kan tidak hanya UHT, artinya kan bisa pasteurisasi, bisa susu sterilisasi. Kalau pasteurisasi dan sterilisasi, saya kira dengan modalnya koperasi, ini bisa dibuat," lanjutnya.

Dia menambahkan, pengembangan peternakan sapi perah juga tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa. Pemerintah ingin mendorong penyebaran sentra produksi susu ke berbagai wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara hingga kawasan Indonesia Timur.

"Di luar Jawa, di Sumatera, di Kalimantan, kemudian di Sulawesi, kemudian Bali, Nusa Tenggara, sampai kemudian di ke Indonesia Timur. Dengan pola peternakan yang tidak selalu mengandalkan dataran tinggi, maka kita berharap semua para peternak ini berlomba nih untuk beternak sapi perah," ucap Makmun.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut