Pemerintah Batal Terapkan Belajar Online imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah batal menggelar pembelajaran online. Sebelumnya, wacana tersebut dibahas sebagai opsi efisiensi akibat kenaikan harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah.
Pratikno menjelaskan pembatalan wacana ini mengingat prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” kata Pratikno dalam keterangannya yang dikutip Rabu (25/3/2026).
Pratikno menegaskan pembelajaran online bagi siswa saat ini tidak menjadi sebuah urgensi. Kesepakatan ini juga diputuskan usai berkoordinasi dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menag Nasarudin Umar. Mereka sepakat tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
BGN Buka Suara soal Isu Skema MBG saat Pembelajaran Online Wajib Diambil ke Sekolah