Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diserang Cairan Berbahaya saat Pidato, Politisi Muslimah AS Semprot Trump
Advertisement . Scroll to see content

PDIP: Perusakan Atribut Partai dan Paslon Manapun Tindakan Pengecut

Sabtu, 15 Desember 2018 - 22:06:00 WIB
PDIP: Perusakan Atribut Partai dan Paslon Manapun Tindakan Pengecut
Sekjen PDI Perjuanan Hasto Kristiyanto menyebut perusakan atribut kampanye Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau sebagai tindakan pengecut.
Advertisement . Scroll to see content

Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada 27 Juli 1996, dia mengungkapkan, partainya tidak melodramatik. Selain itu, dia mengatakan, partainya juga tidak latah menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu," ujar Hasto.

Terkait perusakan atribut kampanye Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau pada Sabtu dini hari, dia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan tuntas. Dia ujuga mengajak semua pihak untuk memerangi pihak-pihak yang diduga mencoba mengadu domba.

"Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut,” katanya menegaskan.

Tidak lupa, Hasto juga meminta seluruh anggota dan kader partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.

Sebelumnya, ribuan bendera dan baliho Partai Demokrat diturunkan dan dirobek di Pekanbaru pada Sabtu (15/12/2018) dini hari. Bahkan, bendera tersebut dibuang ke parit.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau langsung ke lokasi. Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku perobekan tersebut.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut