Pandji Pragiwaksono Minta Maaf ke Masyarakat Toraja, Akui Ignorant soal Joke Rambu Solo
“Di Toraja, kalau ada keluarga yang meninggal makaminnya pakai pesta yang mahal banget. Banyak orang Toraja jatuh miskin habis bikin pesta pemakaman,” kata Pandji dalam video itu.
“Banyak yang nggak punya duit untuk makamin, akhirnya jenazahnya dibiarin aja di ruang TV. Kalau untuk keluarganya sih biasa aja, tapi kalau ada tamu kan bingung ya. Nonton apa pun di TV berasa horor,” ucapnya.
Pernyataan itu menuai kecaman keras dari komunitas dan tokoh adat Toraja, terutama karena dua hal yang dinilai paling melukai: anggapan bahwa masyarakat Toraja jatuh miskin karena adat, dan jenazah disimpan di ruang tamu.
Pandji menegaskan, insiden ini menjadi pelajaran penting dalam kariernya sebagai komika. Dia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan peka terhadap keberagaman budaya Indonesia di masa depan.
“Saya akan belajar dari kejadian ini, dan menjadikannya momen untuk menjadi pelawak yang lebih baik, lebih peka, dan lebih peduli,” katanya.
Meski begitu, Pandji juga menilai penting agar komika tetap bisa mengangkat tema sosial dan budaya tanpa takut menyentuh isu sensitif, selama dilakukan dengan cara yang beretika dan menghormati keberagaman.
“Menurut saya, anggapan bahwa pelawak tidak boleh membicarakan SARA kurang tepat. Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan,” ujarnya.
Editor: Donald Karouw