Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Musim Pancaroba, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem hingga Hujan Es Sepekan ke Depan
Advertisement . Scroll to see content

Pancaroba Tiba! BMKG: Waspada Cuaca Panas Bisa Tiba-Tiba Hujan

Jumat, 17 April 2026 - 11:07:00 WIB
Pancaroba Tiba! BMKG: Waspada Cuaca Panas Bisa Tiba-Tiba Hujan
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca terik dan hujan bergantian selama masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca terik dan hujan bergantian selama masa pancaroba atau peralihan musim penghujan ke kemarau. Namun, BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepekan ke depan atau periode 17 hingga 23 April 2026.

BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 13–15 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terpantau di Jawa Barat (167,4 mm/hari), Lampung (95 mm/hari), Papua Barat (87,8 mm/hari), Sumatera Utara (86,2 mm/hari), Riau (86 mm/hari), Maluku Utara (69,3 mm/hari), Sumatera Barat (62,9 mm/hari), Sulawesi Selatan (55,8 mm/hari) dan Bengkulu (53 mm/hari).

“Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah, serta pengaruh spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terpantau melintasi sebagian besar Sumatera dan Papua. Selain itu, perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Di sisi lain, BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia selatan Lampung, Kalimantan Barat, dan Laut Arafuru, yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang terdampak pola angin tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut