Palestina Diserang, MUI Minta Anggota OKI Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel
JAKARTA, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Desakan itu dikeluarkan MUI menyusul penyerangan terhadap warga Palestina oleh tentara Israel hingga mengakibatkan 20 orang tewas termasuk anak-anak.
Penyerangan dan pengusiran warga Palestina oleh Israel tersebut juga menuai kutukan dari negara-negara Muslim, tak terkecuali Indonesia.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menilai normalisasi hubungan dengan Israel tidak memiliki banyak manfaatnya.
Menurut Muhyidin, hal ini tercermin dari apa yang sudah terjadi pada Mesir dan Turki yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, namun tidak memberikan perubahan berarti terhadap kondisi Palestina.
Israel Serang Masjid Al-Aqsa, Fahri Hamzah Minta Pemerintah Indonesia Bertindak
“Normalisasi hubungan dengan Israel tidak banyak manfatnya. Mesir dan Turki tidak bisa menekan Israel. Negara-negara Timur Tengah lain berbondong-bondong menjalin hubungan dengan Israel," Kata Muhyidin saat pertemuan MUI dengan Ormas Islam di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
"Kita menolak normalisasi hubungan antara negara Arab dengan Israel dan kita meminta agar negara anggota OKI yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk memutuskan itu,” katanya.
Arab Saudi Kutuk Keras Serangan Pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa
Menurut Muhyiddin, delapan negara Arab mulai Bahrain sampai yang terbaru yaitu UEA telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan, Muhyiddin menilai tindakan negara kaya tersebut berbahaya.
Sebab, dengan hubungan diplomasi antara UEA dan Israel, Muhyiddin khawatir langkah gerak UEA akan ditiru negara-negara kecil di sampingnya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
Muhyiddin memuji pernyataan tegas pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Ali Khomeini dengan bahasa Arab yang puitis mengajak ada persatuan dan kesatuan umat Islam untuk melawan Israel sebagai negara teroris.
“Kalau kita bisa melakukan hal yang sama, kita bisa meminta kepada Ketum MUI maupun Presiden RI. Kalau kita sekadar mengutuk, itu kerjaan LSM. Seribu maupun sepuluh ribu kutukan bagi Israel tidak ada gunananya. 350 resolusi PBB saja oleh Israel tidak digubris, apalagi hanya sekadar kutukan,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki