NU-Muhammadiyah Serukan Keutuhan NKRI dan Demokrasi Damai

Kedua, NU dan Muhammadiyah secara proaktif terus melakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlakul karimah di semua jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran serta melakukan upaya-upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.
Keempat, mengimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehatian-hatian lebih.
Kelima, memasuki tahun politik 2018, NU dan Muhammadiyah mengajak masyarakat bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara warganya untuk melakukan perubahan yang berarti bagi bangsa dan negara. Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan.
Silaturahim kebangsaan PP Muhammadiyah dan PBNU berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Haedar Nasir didampingi Sekjen Abdul Mukti dan jajaran pengurus lainnya. Dari PBNU, Said Aqil juga didampingi Sekjen Helmy Faishal Zaini dan pengurus lainnya. Silaturahmi ini mengangkat tema memperkuat islam yang damai dan toleran untuk Indonesia yang berkeadilan.
Editor: Zen Teguh