Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Terkini Nikita Mirzani di Rutan Pondok Bambu, Sakit hingga Diinfus!
Advertisement . Scroll to see content

Nikita Mirzani Tulis Surat dari Rutan Pondok Bambu, Singgung Ketidakadilan Hukum

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:03:00 WIB
Nikita Mirzani Tulis Surat dari Rutan Pondok Bambu, Singgung Ketidakadilan Hukum
Nikita Mirzani mengirimkan surat tulisan tangan ke iNews. (Foto: Instagram, Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Artis Nikita Mirzani menulis surat dari balik jeruji besi di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Isi suratnya mengejutkan publik. 

Bagaimana tidak, Nikita Mirzani menuliskan isi hatinya yang terdalam, menumpahkan semua yang dirasa ke atas secarik kertas. Salah satu poin yang disorot adalah dia menyinggung ketidakadilan hukum terkait proses hukum yang dijalani. 

Surat tersebut diterima iNews melalui kuasa hukumnya, Usman Asgar. So, seperti apa isi surat Nikita Mirzani yang dibuat pada 18 Maret 2026 itu? Simak beritanya hanya di artikel ini. 

Isi Surat Nikita Mirzani yang Ditulis Tangan dari Rutan Pondok Bambu 

Dalam surat bertajuk 'Ratapan Keadilan di Balik Jeruji', Nikita mengaku mengalami ketidakadilan sejak proses hukum di tingkat kepolisian hingga persidangan. Dia menilai pasal-pasal yang dikenakan kepadanya kerap berubah.

"Dari proses di Polda hingga meja persidangan, saya melihat hukum dimainkan seperti barang dagangan. Pasal-pasal diganti sesuka hati," tulis Nikita dalam surat tersebut.

Nikita juga menyebut dirinya telah menjalani satu tahun masa penahanan untuk kesalahan yang menurutnya tidak pernah dilakukan. Dia mengaku kondisi tersebut berdampak besar secara emosional, terutama karena harus berpisah dengan ketiga anaknya.

"Yang menghancurkan jiwa saya adalah bayangan tiga wajah mungil di rumah—anak-anak saya," tulisnya.

Dalam surat itu, dia mempertanyakan makna keadilan dan menyinggung dampak hukum terhadap keluarganya, khususnya anak-anak yang dinilai ikut menjadi korban.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut