MPR Buka Suara soal Ramai Usulan RI Keluar dari Dewan Perdamaian
JAKARTA, iNews.id - Puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh membuat petisi untuk mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (Bop) atau Dewan Perdamaian. Merespons hal itu, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengaku akan mempertimbangkan hal itu secara serius.
Hidayat menilai, kehadiran BoP tak melahirkan perdamaian di dunia, melainkan menumbuhkan konflik kawasan. Untuk itu, ia menilai wajar bila keberadaan BoP dipertanyakan.
"Jadi wajar bila kemudian efektivitas daripada lembaga atau badan perdamaian ini menjadi dipertanyakan. Legitimasi moralnya pun juga dipertanyakan," ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Hidayat pun menilai wajar bila BoP tidak mampu merealisasikan perdamaian, menghentikan perang, menghadirkan bantuan kemanusiaan, dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Kemenlu Buka Suara soal Narasi Dewan Perdamaian Bentukan Trump Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran
Lantas, ia menyinggung adanya petisi dari puluhan ormas dan tokoh untuk mendesak Pemerintah keluar dari BoP. Menurutnya, keberadaan petisi itu perlu dipertimbangkan secara serius.
MUI Desak RI Keluar dari Dewan Perdamaian Bentukan Trump usai Serangan AS-Israel ke Iran
"Jadi saya kira beliau sangat sangat sangat baik untuk mempertimbangkan dengan serius, bahkan sudah lebih dari 64 tokoh, 60 ormas gitu ya yang kemudian juga menandatangani petisi untuk agar Indonesia keluar dari BOP," ucap dia.
"Saya apresiasi dengan tuntutan itu dan sangat baik bila Pak Prabowo betul-betul mempertimbangkan karena jangan sampai malah keberadaan Indonesia malah dijadikan sebagai alat stempel legitimasi untuk melebarkan perang ini gitu loh. Karena mestinya damai malah kemudian terjadi perang yang melebar ke mana-mana," pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin