Menteri Meutya Hafid Minta Platform OTT Asing Tak Kuasai Pasar Indonesia
"Prinsip dasarnya, harus ada kondisi yang setara antara industri penyiaran dengan platform OTT," kata Menteri Meutya.
Di kesempatan itu, Menteri Meutya menyoroti peran aktif OTT yang kini sudah mulai melibatkan konten lokal dalam layanannya. Namun, dia tetap menegaskan bahwa keberpihakan terhadap penyiaran nasional juga harus menjadi bagian dari strategi kolaboratif ke depan.
Sementara itu, Mila Venugopalan merespons positif dan menawarkan berbagai praktik terbaik dari berbagai negara, termasuk Australia, di mana penyiar lokal justru mendorong deregulasi dan efisiensi alih-alih memberatkan OTT.
"Termasuk film dan acara televisi yang diproduksi di negara Anda (Indonesia) yang dikonsumsi lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia. Ini merupakan populasi internet terbesar keempat di dunia," ujar Mila.
MPA menyatakan komitmen untuk berinvestasi dalam bakat lokal dan cerita Indonesia. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam memblokir situs-situs pembajakan, sebagai upaya perlindungan konten digital yang berkembang pesat di era internet.
"Kami sangat menghargai kolaborasi yang terus dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dalam membantu mempromosikan dan melindungi konten digital," ungkapnya.
Editor: Muhammad Sukardi