Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Tinjau Peningkatan Fasilitas Manufaktur dan Riset di Cimanggis
Advertisement . Scroll to see content

Menperin Kaget Manufaktur RI Masih Ekspansif di Tengah Gejolak Global: Tunjukkan Resiliensi Kuat

Sabtu, 04 April 2026 - 17:27:00 WIB
Menperin Kaget Manufaktur RI Masih Ekspansif di Tengah Gejolak Global: Tunjukkan Resiliensi Kuat
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menilai manufaktur Indonesia yang masih ekspansif di tengah gejolak global menandakan resiliensi yang kuat. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Secara global, dia mengatakan posisi PMI Manufaktur Indonesia masih kompetitif dibanding sejumlah negara lain. Jepang mencatat PMI 51,6, sementara di kawasan ASEAN, Indonesia tetap berada dalam kelompok negara dengan indeks ekspansif bersama Thailand 54,1, Malaysia 50,7, Myanmar 51,5, dan Filipina 51,3.

Meski demikian, tekanan global tetap dirasakan luas. Survei PMI menunjukkan adanya kenaikan inflasi biaya produksi dan gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku.

“Kalau kita lihat secara global, hampir semua negara mengalami tekanan yang sama, baik dari sisi biaya maupun supply chain. Dalam hal ini, Indonesia masih mampu bertahan di zona ekspansi, ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” tutur Agus.

Pada Maret 2026, tercatat penurunan pada output dan pesanan baru, seiring dengan terganggunya pasokan bahan baku dan meningkatnya harga bahan baku. Selain itu, waktu pengiriman bahan baku mengalami keterlambatan paling tajam sejak Oktober 2021.

Tekanan biaya juga meningkat signifikan dengan inflasi harga bahan baku mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong produsen untuk menyesuaikan harga jual guna menjaga keberlanjutan usaha.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut