“Kita tidak boleh biarkan apa yang terjadi di Ukraina, di Gaza, di Tepi Barat dan di Lebanon menjadi norma (internasional) baru," ujar Retno.
Israel-Hamas Disebut Tunda Negosiasi, Mediator Masih Jauh dari Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Meski demikian, Retno tetap optimistis bahwa multilateralisme masih bisa diperbaiki.
“Peran G20 strategis untuk mengembalikan kepercayaan terhadap sistem multilateral dan memperkuat tata kelola global yang inklusif dan adil”, kata Retno.
Gagal Lenyapkan Hamas, Israel Siapkan Taktik Perang Baru di Gaza
Selanjutnya: Menlu Retno Ingatkan Tantangan Keamanan Siber
Sementara itu, ada tiga poin penting yang diangkat Retno dalam pidatonya di depan para Menlu G20. Pertama, perlu adanya keterwakilan yang lebih baik dalam tata kelola global.
Reformasi harus dilakukan agar sistem ini lebih inklusif, representatif, dan efisien, dengan memperhatikan realitas dunia saat ini di mana negara-negara Global South mewakili 85 persen populasi dunia dan memiliki kontribusi ekonomi yang semakin besar.