Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Mengenal Analisis Teknikal untuk Mahasiswa dan Akademisi IBI Kesatuan Bogor
Advertisement . Scroll to see content

Menhut Tawarkan Skema Investasi Konservasi Alam di Forum Internasional

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:33:00 WIB
Menhut Tawarkan Skema Investasi Konservasi Alam di Forum Internasional
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menawarkan skema investasi konservasi di forum internasional. (Foto: Dok. Kemenhut)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan konservasi alam Indonesia saat menghadiri forum internasional London Climate Action Week 2026 di London, Inggris. Dalam forum tersebut, Ia menegaskan konservasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai upaya perlindungan lingkungan, melainkan sebagai investasi strategis mampu mendukung ketahanan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan Indonesia memandang alam sebagai aset strategis nasional. Sebab, hal itu bisa menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, ketahanan air, stabilitas iklim, serta kesejahteraan generasi mendatang.

Karena itu, kata dia, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mentransformasi pendekatan konservasi dari sekadar pembiayaan perlindungan alam, menjadi investasi strategis bagi masa depan pembangunan berkelanjutan.  

“Indonesia meyakini bahwa alam bukan hanya sesuatu yang harus dilindungi, tetapi merupakan modal pembangunan yang harus dikelola dan diinvestasikan secara berkelanjutan. Karena itu, kita perlu beralih dari paradigma financing conservation menuju investing in conservation,” kata Raja Juli dikutip Kamis (25/6/2026).

Dalam forum tersebut, ia memperkenalkan pembentukan Presidential Task Force for Innovative Financing for National Parks, sebuah platform strategis yang bertujuan memperkuat perlindungan dan pemulihan taman nasional, menjaga spesies langka dan terancam punah, serta mengembangkan sumber-sumber pembiayaan berkelanjutan bagi konservasi.

Satuan Tugas tersebut juga mendukung upaya Indonesia dalam menjaga bentang alam hutan yang penting, mempertahankan keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan ekosistem, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan keberhasilan konservasi tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat. Pemerintah Indonesia berkomitmen memastikan masyarakat hukum adat dan masyarakat lokal menjadi mitra utama sekaligus penerima manfaat dalam pengelolaan kawasan konservasi.

“Pengetahuan, pengalaman, dan hubungan yang telah terbangun selama berabad-abad antara masyarakat dengan alam merupakan modal yang sangat berharga untuk mewujudkan keberhasilan konservasi jangka panjang,” tegasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Indonesia telah melakukan berbagai kajian di sejumlah taman nasional guna mengidentifikasi peluang pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik ekologi, prioritas konservasi, dan kapasitas pengelolaannya. Berbagai instrumen yang tengah dikembangkan antara lain kredit karbon, kredit biodiversitas, obligasi konservasi spesies, ekowisata, debt-for-nature swap, serta berbagai mekanisme pembiayaan inovatif lainnya.

Indonesia juga memperkenalkan inisiatif “One Species, One Company”, yang bertujuan mendorong partisipasi sektor swasta dalam mendukung perlindungan satwa ikonik Indonesia seperti badak, orangutan, gajah, harimau, dan cenderawasih.

Di sisi kelembagaan, Pemerintah Indonesia tengah memperkuat tata kelola pembiayaan konservasi melalui pengembangan skema Badan Layanan Umum (BLU) pada kawasan taman nasional guna meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan menjamin keberlanjutan pendanaan konservasi dalam jangka panjang.

Salah satu prioritas utama yang saat ini sedang dikembangkan adalah penyusunan prospektus investasi berbasis sains untuk tiga belas taman nasional prioritas di Indonesia.

Prospektus ini dirancang untuk menunjukkan nilai nyata kawasan konservasi melalui jasa ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pariwisata berkelanjutan, perlindungan daerah aliran sungai, serta pembangunan masyarakat.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut