Mengenal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Bapak Kepolisian RI
Kemudian dia mendaftar sebagai siswa Aspirant Commisaris van Politie di Sukabumi dengan lama pendidikan 3 tahun. Dia lulus pada tahun 1933 dan mendapat pangkat Commissaris van Politie 3 e Klass (Komisaris Polisi Kelas III). Sejak itu lah dia memulai kariernya di kepolisian.
Pada 29 September 1945, Presiden Soekarno mengangkat Soekanto menjadi Kepala Jawatan Kepolisian Negara (KKN) RIS. Pemilihan tersebut berdasar dari Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Indonesia dan Belanda.
Setelah menjabat KKN RIS, Soekanto lantas membentuk 11 kepolisian provinsi dan membangun gedung Jawatan Kepolisian Negara di Jalan Trunojoyo, Jakarta. Seiring waktu, tugas kepolisian pun semakin bertambah. Polisi tidak saja dituntut menjaga keamanan di darat, tetapi juga di air dan udara, serta menangkal ancaman kejahatan lintas negara.
Untuk mengatasinya, Polri kemudian membentuk Polisi Perairan yang di dalamnya ada Seksi Udara, Polisi Perintis, Polisi Kereta Api, dan Polisi Wanita. Pada 1950, seksi Public Relation dibentuk dengan tugas menjalin hubungan dengan masyarakat dan semua instansi yang ada di dalam maupun luar negeri.
Kapolri pertama ini juga turut merumuskan Pedoman Hidup Kepolisian Negara yang dikenal dengan Tri Brata Kepolisian.