Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS
Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel yang memulai perang pada 28 Februari. Sebagian besar pertempuran telah berhenti sejak gencatan senjata April, tetapi sementara Iran membatasi lalu lintas melalui Hormuz, AS telah memblokade garis pantainya.
Kehilangan pasokan dari wilayah Timur Tengah yang penting karena perang telah memaksa negara-negara untuk menarik persediaan komersial dan strategis mereka dengan cepat, menimbulkan kekhawatiran tentang penipisan persediaan tersebut.
Dari sentimen domestik, investor menghindari risiko setelah Presiden Prabowo memperketat aturan ekspor komoditas utama, termasuk minyak sawit, batubara, dan ferroalloy, dengan mewajibkan pengiriman melalui satu eksportir milik negara.
Kehati-hatian juga meningkat menjelang data neraca transaksi berjalan kuartal pertama yang akan dirilis Jumat, menyusul defisit kuartal keempat yang didorong oleh kesenjangan harga minyak yang lebih lebar.
Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate tentu telah ditimbang matang-matang, dan hal ini dilakukan sebagai langkah pre-emptive yang terukur untuk merespons dinamika ketidakpastian global. BI tentu berkepentingan untuk menjaga nilai tukar dan stabilitas rupiah.