Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kolonialisme di Indonesia berlangsung selama berabad-abad, dengan berbagai bangsa asing yang datang untuk menguasai wilayah nusantara. Awalnya, kolonialisme di Indonesia didorong oleh kekayaan sumber daya alam, terutama rempah-rempah yang sangat diminati di Eropa. 

A Kardiyat Wiharyanto dalam bukunya 'Masa  Kolonialisasi Belanda 1800-1825' menjelaskan para pedagang dan penjelajah dari Eropa mulai tiba di kepulauan Indonesia untuk berdagang dan mengeksploitasi kekayaan alam yang melimpah.

Awal Mula Kolonialisme di Indonesia

Pada awalnya, bangsa Portugis dan Spanyol adalah yang pertama menginjakkan kaki di Indonesia. Namun, pengaruh mereka di nusantara tidak bertahan lama. Pada awal abad ke-17, Belanda melalui Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) mulai mendominasi perdagangan di Indonesia. VOC didirikan pada tahun 1602 dengan tujuan mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah. 

Mereka mendirikan kantor-kantor perdagangan di berbagai wilayah strategis, termasuk Batavia (sekarang Jakarta), yang menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda.

Belanda Dirikan VOC

Peninggalan dari bangkai kapal dagang VOC yang pernah ada di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Peninggalan dari bangkai kapal dagang VOC yang pernah ada di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Alfred Russel dalam bukunya 'Sejarah Nusantara' menjelaskan kekuasaan VOC bukan hanya di bidang perdagangan, tetapi juga merambah ke ranah politik dan militer. Mereka mulai mempengaruhi dan mengendalikan raja-raja lokal untuk mendukung kepentingan VOC. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut